Lensakabar.com, TANAH BUMBU - Ketika peringatan Sumpah Pemuda di banyak sekolah identik dengan upacara dan pembacaan teks ikrar, SMKS Kodeco, Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, menghadirkan kegiatan yang berbeda. Para pelajar SMP/MTs justru diajak memaknai semangat kepahlawanan melalui lomba komik strip, sebuah kompetisi yang menggabungkan kreativitas menggambar, kemampuan bercerita, dan penyampaian pesan moral.

Kegiatan yang berlangsung Kamis (29/10/2026) tersebut menjadi bagian dari Gebyar Sumpah Pemuda SMKS Kodeco 2026 dengan tema besar "Bersatu dalam Semangat, Berkarya untuk Indonesia". Mengangkat tema "Pahlawan", peserta ditantang mengubah gagasan tentang kepahlawanan menjadi cerita bergambar yang menarik dan komunikatif.

Alih-alih berdiri kaku di lapangan mengikuti upacara seremonial, para pelajar ini justru ditantang langsung untuk memegang kendali penuh atas karya yang mereka ciptakan.

Dengan cara tersebut, nilai Sumpah Pemuda tidak hanya diperkenalkan melalui sejarah dan simbol peringatan. Para pelajar diajak menerjemahkan semangat berkarya dan cinta tanah air melalui kemampuan serta kreativitas masing-masing.

Kepala SMKS Kodeco Hj. Yuni Winarti, S.E., M.M. mengatakan Gebyar Sumpah Pemuda diselenggarakan untuk menumbuhkan semangat persatuan dan kecintaan terhadap tanah air di kalangan generasi muda.

"Melalui kegiatan Gebyar Sumpah Pemuda ini, kami ingin menumbuhkan semangat Sumpah Pemuda dan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi para siswa untuk mengembangkan kreativitas dan bakat, sekaligus mempererat silaturahmi antarsekolah. Kami berharap melalui kompetisi ini, para peserta dapat membangun karakter sportif, disiplin, serta mengenal SMKS Kodeco lebih dekat," ungkapnya.

Komik Strip Mengasah Kreativitas dan Kemampuan Berpikir

Membuat komik bukan sekadar menggambar tokoh atau menyusun percakapan. Peserta harus mampu mengembangkan sebuah gagasan menjadi cerita yang memiliki alur, menentukan informasi yang perlu ditampilkan, serta menghubungkan gambar dan teks agar pesan tersampaikan secara utuh.

Proses tersebut melibatkan kemampuan literasi, penyusunan informasi, kreativitas, dan komunikasi visual. Siswa juga belajar menyampaikan gagasan secara ringkas karena setiap panel memiliki keterbatasan ruang untuk ilustrasi maupun dialog.

Manfaat penggunaan komik dalam pendidikan didukung penelitian Nurul Istiq’faroh, Suhardi, dan Ali Mustadi berjudul Improving Elementary School Students’ Creativity and Writing Skills Through Digital Comics, yang diterbitkan dalam jurnal Elementary Education Online pada 2020.

Penelitian terhadap 56 siswa sekolah dasar di Indonesia tersebut menemukan bahwa penggunaan komik digital secara signifikan meningkatkan kreativitas dan keterampilan menulis siswa pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol.

Temuan itu relevan dengan kegiatan di SMKS Kodeco. Ketika peserta menyusun komik bertema pahlawan, mereka menjalani proses yang serupa, yakni mengembangkan ide, mengolahnya menjadi cerita, kemudian menyampaikan gagasan melalui kombinasi gambar dan tulisan. Artinya, perlombaan ini tidak hanya menguji keterampilan seni, tetapi juga melibatkan kemampuan berpikir dan berbahasa yang menjadi bagian dari proses belajar.

Baca juga: Sepanjang Juli-Oktober 2026, CSR Jhonlin Group Perluas Program Sosial

Penilaian Mencakup Isi Cerita hingga Teknik Visual

Untuk menentukan pemenang, penyelenggara melibatkan dua juri, yakni Rahtrisna Purnata, pengajar sekaligus Kepala Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMKS Kodeco, serta Khairul Arifin, desainer grafis dari Jhonlin Radio.

Penilaian mencakup empat aspek, yaitu kesesuaian tema dan isi cerita, pewarnaan dan teknik gambar, kreativitas dan orisinalitas, serta komposisi tata letak (layout) dan kerapian teks.

Komposisi penilaian tersebut membuat peserta harus memperhatikan hubungan antara isi cerita dan penyajian visual. Gambar yang menarik perlu didukung alur yang jelas, dialog yang tepat, serta tata letak yang memudahkan pembaca memahami setiap bagian cerita.

Khairul Arifin menjelaskan bahwa komik strip dapat menjadi sarana bagi siswa untuk menyampaikan gagasan dan pesan moral melalui perpaduan ilustrasi dengan cerita.

"Komik strip merupakan media yang menarik karena menggabungkan seni visual dengan kekuatan cerita. Melalui panel-panel yang terbatas, siswa belajar menyampaikan gagasan dan pesan moral secara kreatif. Mereka juga bisa mengangkat berbagai persoalan di lingkungan sekitar menjadi sebuah cerita yang memiliki makna," ungkap Khairul.

Ajang Unjuk Gigi Pelajar Tanah Bumbu dan Kotabaru

Berpusat di Simpang Empat, Tanah Bumbu, SMKS Kodeco sendiri merupakan bagian dari ekosistem pendidikan di bawah naungan Yayasan Jhonlin Pertiwi. Yayasan tersebut merupakan bagian dari kelompok usaha Jhonlin Group milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Dalam Gebyar Sumpah Pemuda 2026, secara keseluruhan terdapat 204 peserta dari 29 sekolah tingkat SMP/MTs di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru. Kegiatan ini menghadirkan berbagai bidang kompetisi untuk mempertemukan pelajar sekaligus menunjukkan bakat dan keterampilan mereka.

Khusus lomba komik strip, juara pertama diraih Ummi Istiqomah dari SMP IT Asmaul Husna. Posisi kedua ditempati Faiqah Eiliyah Ahmad dari SMPN 1 Batulicin, sedangkan juara ketiga diraih Umi Ratifa Rumaysha dari SMPN 3 Batulicin.

Penyelenggaraan lomba tersebut memperlihatkan bahwa peringatan Sumpah Pemuda dapat diisi dengan kegiatan yang lebih partisipatif. Alih-alih hanya mengingat ikrar persatuan melalui seremoni, para pelajar diajak mempraktikkan semangat berkarya dengan menghasilkan cerita visual bertema kepahlawanan. Gagasan, kreativitas, dan pesan yang mereka tuangkan menjadi bagian dari cara generasi muda memaknai semangat Sumpah Pemuda.

Baca juga: Eko-Terorisme Karhutla: Saatnya Negara Rampas Aset 20 Korporasi Hitam