Lensakabar.com, Bandung - Suasana siang hari di sepanjang Jalan PH.H. Mustofa (Suci) hingga kawasan Terminal Cicaheum, Kota Bandung, tampak dinamis pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan mulai pukul 13.51 WIB, cuaca mendung tipis menyelimuti kawasan timur kota, sementara arus lalu lintas terpantau ramai dan lancar bagi para pengendara yang melintas.

Di balik kelancaran lalu lintas tersebut, denyut aktivitas harian warga kini berpadu dengan deru alat berat serta kepulan debu proyek infrastruktur skala besar. Pemerintah Kota Bandung bersama instansi terkait tampak tancap gas mengebut pengerjaan proyek penataan kota, mulai dari revitalisasi pedestrian, pembongkaran kios liar secara mandiri, hingga masifnya galian drainase yang memanjang di sepanjang bahu jalan protokol.

Penataan Drainase dan Pembongkaran Kios Mandiri

Pemandangan menarik terlihat di beberapa titik sepanjang jalur utama ini. Pemerintah bersama instansi terkait tampak tengah menggencarkan proyek penataan infrastruktur kota, khususnya perbaikan trotoar serta penggalian saluran drainase yang memanjang di sisi jalan. Sejumlah pekerja terlihat aktif melakukan pengerjaan fisik di dekat kawasan Yayasan Atikan Sunda (Yas) hingga mendekati area persimpangan Padasuka.

Selain perbaikan drainase dan pedestrian, sorotan utama juga tertuju pada progres penertiban bangunan di sekitar bahu jalan. Berdasarkan penelusuran di lapangan, pembongkaran bangunan secara mandiri mulai terlihat di beberapa titik menjelang area SPBU Shell dan arah menuju Padasuka serta Surapati Core. Kendati demikian, tidak semua bangunan di sepanjang jalur tersebut dibongkar serentak, karena sebagian besar bangunan lainnya masih berdiri di batas belakang trotoar.

Baca juga: Wajah Baru Jalan Otista Bandung: Halte BRT Berdiri di Tengah Jalan

Terminal Cicaheum Menuju Era Baru Transportasi Massal BRT

Perjalanan berlanjut ke ujung timur, yakni kawasan sekitar Terminal Cicaheum yang kini tengah bertransformasi menjadi Depo Bus Rapid Transit (BRT). Suasana di depan area terminal tampak jauh lebih terbuka dan terasa lebih gersang dari biasanya. Hal ini dikarenakan sejumlah pohon pelindung di sisi depan terminal telah ditebang, serta Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sebelumnya ada kini sudah ditiadakan untuk kebutuhan penataan kawasan.

Di dalam area Terminal Cicaheum dan sekitarnya, proyek pembangunan Depo BRT menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Sejumlah armada bus Trans Metro Bandung (TMB) terlihat berada di lokasi, sementara aktivitas hilir mudik pekerja konstruksi tampak sibuk merampungkan fasilitas depo tersebut. Dengan dialihkannya fungsi terminal menjadi depo, area dalam terminal kini steril dari aktivitas ngetem angkutan kota konvensional, yang tampak mulai menyesuaikan diri dengan mangkal di kantong-kantong pinggir jalan sekitar.

Pengerjaan infrastruktur trotoar dan drainase ini terpantau berlanjut hingga mendekati kawasan pertigaan Jatihandap dan Jalan Cicabe. Meski menyisakan sejumlah titik tumpukan material sisa galian, mobilitas kendaraan di sepanjang jalur PH H. Mustofa hingga Cicaheum tetap dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti.

Transformasi kawasan ini menjadi babak baru bagi tata kota Bandung bagian timur, khususnya dalam menyongsong operasional transportasi massal berbasis BRT serta wajah baru pedestrian yang lebih tertib ke depannya.

Jaringan Rute BRT dari Depo Cicaheum ke Berbagai Sudut Kota

Sebagai salah satu hub atau end station utama dalam sistem transportasi massal Bandung Raya, alih fungsi Terminal Cicaheum menjadi Depo BRT dirancang untuk melayani mobilitas masyarakat dari wilayah timur menuju berbagai sudut Kota Bandung dan sekitarnya. Berdasarkan perencanaan pengembangan koridor Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya, Depo Cicaheum diproyeksikan menjadi titik awal maupun lintasan untuk sejumlah rute strategis, di antaranya:

Rute Cicaheum - Cimahi (BRT 08)

Untuk koridor BRT 08 rute Cicaheum menuju Cimahi, bus memulai perjalanannya dengan melintasi Jalan Ahmad Yani menyusuri kawasan Cicaheum dan Cicadas. Armada kemudian mengarah ke koridor Jalan L.L.R.E. Martadinata atau Jalan Veteran guna memasuki pusat kota di Jalan Asia Afrika.

Dari kawasan Alun-Alun Bandung, perjalanan diteruskan lurus menyusuri Jalan Jendral Sudirman ke arah barat melewati kawasan Jamika hingga batas kota Cibeureum. Memasuki wilayah Kota Cimahi, bus melintasi Jalan Raya Cibeureum yang terhubung ke Jalan Amir Machmud, melewati pusat perdagangan dan Alun-Alun Cimahi sebelum akhirnya tiba di titik akhir pemberhentian.

Rute Cicaheum - Kebon Kalapa via Binong (BRT 10)

Melayani rute selatan, armada BRT Koridor 10 bergerak dari Depo Terminal Cicaheum menyusuri Jalan Ahmad Yani ke arah barat, lalu berbelok melintasi kawasan Jalan Ibrahim Adjie atau Simpang Kiaracondong menuju koridor Jalan Gatot Subroto.

Tiba di sekitar kawasan Trans Studio Mall, bus melanjutkan perjalanan ke arah barat daya menyusuri Jalan Karapitan, memotong Jalan Lengkong Besar dan Jalan Pungkur, sebelum akhirnya mengakhiri perjalanan di Terminal Kebon Kalapa sebagai pusat konektivitas wilayah selatan Kota Bandung.

Rute Cicaheum - Sarijadi (BRT 17)

Untuk koridor BRT 17, armada bus berangkat dari Depo Terminal Cicaheum dengan langsung menyusuri Jalan PH H. Mustofa (Suci) ke arah barat, melintasi kawasan pendidikan dan perkantoran yang menjadi pusat aktivitas harian.

Dari sana, perjalanan dilanjutkan menembus Jalan Surapati dan Flyover Pasupati (Prof. Mochtar Kusumaatmadja), lalu berbelok menuju kawasan Pasteur serta Jalan Dr. Djunjunan. Bus kemudian mengarah ke utara menyusuri Jalan Surya Sumantri sebelum tiba di titik akhir pemberhentian di kawasan pemukiman padat Sarijadi.

Rute Cicaheum - Ledeng (BRT 18)

Menghubungkan wilayah timur dan utara, koridor BRT 18 melaju dari Depo Terminal Cicaheum menyusuri Jalan PH H. Mustofa (Suci) ke arah barat, melewati kawasan perkantoran serta deretan kampus.

Armada bus kemudian meneruskan perjalanan menembus Jalan Surapati dan berbelok ke arah Jalan Cihampelas atau Jalan Sumur Bandung guna memotong jalur ke kawasan Bandung Utara. Perjalanan ditutup dengan menyusuri Jalan Dr. Setiabudi hingga tiba di Terminal Ledeng sebagai simpul konektivitas utama menuju arah Lembang.

Dengan adanya jaringan rute BRT yang saling terhubung dari Depo Cicaheum ini, warga yang sehari-hari beraktivitas dari wilayah timur Bandung tidak perlu lagi bergantung pada angkot konvensional, tetapi bisa langsung berganti rute bus modern dengan lebih cepat, teratur, dan hemat waktu.

Baca juga: Sumpah Pemuda 2026: Mahasiswa Sibuk Orasi di DPR Bobotoh Pilih Persib!

Panduan dan Tips Praktis bagi Pengendara yang Melintas

Bagi para pengguna jalan dan warga harian, masifnya proyek galian drainase serta penataan trotoar dari kawasan Cikutra hingga Cicaheum menuntut kewaspadaan ekstra. Pengendara roda dua diimbau untuk mengantisipasi potensi jalan licin akibat ceceran tanah merah atau sisa material galian di sekitar bahu jalan, terutama saat cuaca mendung atau turun hujan.

Selain itu, hilangnya pepohonan pelindung di sekitar Terminal Cicaheum membuat kondisi udara terasa lebih berdebu, sehingga penggunaan masker sangat disarankan bagi pengendara motor yang melintas. Meskipun aktivitas alat berat dan tumpukan material masih terlihat di sepanjang jalur menjelang pertigaan Jatihandap hingga Jalan Cicabe, arus mobilitas kendaraan secara keseluruhan terpantau tetap terkendali.

Secara keseluruhan, penataan koridor PH H. Mustofa dan Cicaheum ini diharapkan mampu mengurai kesemrawutan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi, sekaligus menyiapkan infrastruktur yang jauh lebih ramah bagi pejalan kaki dan pengguna transportasi massal di masa depan.