Lensakabar.com, Bandung - Gerai Tahu Sutra Cibuntu di kawasan Jalan Terusan Pasirkoja, Kota Bandung, masih menjadi tujuan warga dan pelintas yang ingin membeli tahu langsung dari kawasan produksinya. Dengan harga Rp10.000 per porsi, pembeli bisa mendapatkan sekitar 13 biji tahu sutra, sementara aktivitas penjualan tetap berlangsung di tengah penataan infrastruktur dan perbaikan saluran air di kawasan tersebut.

Pantauan pada Rabu, 28 Oktober 2026, menunjukkan gerai yang berada di seberang SPBU Pasir Koja, tepatnya di sebelah posko TNI AL, tetap melayani pembeli. Tahu putih atau tahu sutra menjadi salah satu pilihan yang banyak dicari, selain tahu berwarna kuning.

Harga yang relatif terjangkau menjadi salah satu daya tarik produk ini. Keberadaan gerai di kawasan produksi juga memberi kesempatan kepada konsumen untuk membeli tahu dari sentra yang telah lama dikenal sebagai salah satu pusat perajin tahu di Bandung.

Tahu Sutra Rp10 Ribu, Dapat Sekitar 13 Biji

Bagi konsumen yang mempertimbangkan harga dan jumlah produk, satu porsi tahu sutra Cibuntu ditawarkan dengan harga Rp10.000 untuk sekitar 13 biji. Harga tersebut setara dengan kurang lebih Rp770 per biji.

Tersedia tahu berwarna putih dan kuning. Tahu putih yang dikenal sebagai tahu sutra menjadi salah satu produk yang banyak dicari pembeli.

Teksturnya yang lembut membuat tahu sutra dapat diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari digoreng hingga dimasukkan ke dalam masakan berkuah. Konsumen bisa menyesuaikan cara pengolahan dengan tekstur tahu dan selera masing-masing.

Bagi pembeli yang membawa tahu pulang dan tidak langsung memasaknya, penyimpanan juga perlu diperhatikan. Tahu segar sebaiknya segera disimpan dalam wadah bersih dan tertutup di lemari pendingin. Tahu yang menunjukkan bau menyengat, permukaan berlendir, atau perubahan warna tidak wajar sebaiknya tidak dikonsumsi.

Penataan Jalan Terusan Pasirkoja Tak Menghentikan Aktivitas Penjualan

Kawasan Jalan Terusan Pasirkoja sedang menjalani penataan infrastruktur dan perbaikan saluran air. Kondisi tersebut menjadi latar aktivitas perdagangan di sekitar gerai Tahu Sutra Cibuntu.

Lokasinya berada di seberang SPBU Pasir Koja dan di sebelah posko TNI AL, sehingga dapat menjadi penanda bagi warga maupun pelintas yang hendak mencari produk tersebut.

Aktivitas penjualan tahu di lokasi ini menjadi bagian dari kegiatan ekonomi di kawasan Cibuntu yang dikenal luas sebagai sentra produksi tahu. Warga setempat bahkan menyebut kawasan perajin tersebut sebagai Blok Tahu karena banyak penduduknya menjalankan usaha produksi maupun penjualan tahu.

Dari Produksi Tradisional hingga Inovasi Varian Rasa

Di balik produk yang dijual, sentra Tahu Cibuntu memiliki sejarah panjang. Kawasan di Jalan Aki Padma Selatan, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, dikenal sebagai pusat perajin tahu sejak dekade 1960-an.

Pada 2025, Tahu Cibuntu ditetapkan sebagai salah satu dari 42 karya budaya yang masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda. Tradisi pembuatan tahu di kawasan tersebut terus berjalan seiring perubahan kebutuhan pasar.

Sebagian perajin masih mempertahankan metode tradisional. Salah satunya di pabrik yang telah berdiri sejak 1975. Dalam prosesnya, adonan tahu dibungkus satu per satu menggunakan kain penyaring, kemudian ditindih dengan pemberat untuk mengeluarkan air dan direndam dalam larutan air asin.

Metode tersebut membutuhkan pengerjaan manual lebih lama dan menghasilkan tahu dengan tekstur relatif padat. Sementara itu, pabrik yang menggunakan metode modern mencetak adonan dalam wadah besar, lalu memotongnya setelah mengeras. Sistem ini memungkinkan produksi lebih efisien, dengan kapasitas sekitar 2.400 potong tahu per hari pada salah satu pabrik.

Inovasi Varian Rasa

Perubahan selera konsumen juga mendorong perajin menghadirkan produk yang lebih beragam. Selain tahu putih dan tahu kuning, pilihan yang berkembang mencakup tahu susu, tahu keju, serta tahu cengek atau tahu cabai.

Inovasi tersebut memberi konsumen lebih banyak pilihan untuk menikmati olahan kedelai. Tahu dapat disajikan sebagai lauk, camilan, maupun bahan makanan yang diolah kembali sesuai selera.

Di sisi produksi, perajin juga mempertahankan karakter tahu melalui metode pembuatan yang berbeda. Sebagian masih mengandalkan proses tradisional dengan pengerjaan manual, sementara lainnya memilih sistem pencetakan massal yang lebih efisien.

Kombinasi tradisi dan inovasi menjadi bagian penting dari perjalanan sentra tahu ini. Produk yang dijual bukan hanya memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari, tetapi juga menjadi salah satu pilihan buah tangan khas Kota Bandung.

Baca juga: Niat Coba Kuliner Sunda Langka? Ini Lokasi Tutut Hingga Kadedemes Bandung

Ragam Olahan Tahu Siksa hingga Batagor Bandung

Tahu sutra Cibuntu bisa diolah menjadi beragam hidangan rumahan, mulai dari menu sederhana untuk lauk hingga makanan khas yang dikenal luas di Jawa Barat. Salah satunya tahu siksa atau orak-arik tahu, olahan praktis yang mengandalkan bumbu sederhana dan mudah dibuat di rumah.

Untuk membuat tahu siksa, tahu digoreng setengah matang terlebih dahulu, kemudian ditiriskan. Tumis irisan bawang merah hingga harum, lalu tambahkan garam, penyedap rasa secukupnya, dan irisan bawang daun. Masukkan tahu yang sudah digoreng setengah matang, kemudian hancurkan menggunakan spatula sambil diaduk hingga bumbu merata dan tahu matang. Hidangan ini cocok disajikan hangat sebagai lauk pendamping nasi.

Pilihan lainnya adalah pepes tahu khas Sunda. Tahu dihancurkan, lalu dicampur dengan bawang merah, bawang putih, cabai sesuai selera, garam, dan bumbu pelengkap. Tambahkan daun kemangi untuk memberikan aroma segar. Adonan kemudian dibungkus menggunakan daun pisang dan dikukus hingga matang. Jika ingin aroma yang lebih kuat, pepes tahu dapat dipanggang sebentar setelah dikukus.

Tahu juga menjadi bahan penting dalam kuliner khas Bandung, seperti batagor dan baso tahu. Pada batagor, adonan berbahan ikan dan tepung umumnya dipadukan dengan tahu, kemudian digoreng dan disajikan bersama bumbu kacang. Sementara itu, baso tahu biasanya disajikan bersama tahu yang diisi adonan bakso, serta pelengkap lain seperti siomai, kol, atau pare, dengan siraman bumbu kacang.

Selain Tahu Cibuntu dari Bandung, Jawa Barat juga dikenal dengan Tahu Sumedang. Keduanya memiliki karakter yang berbeda dalam penyajian dan pengalaman menikmati tahu. Tahu Sumedang identik dengan bagian luar yang renyah dan bagian dalam yang berongga, sedangkan Tahu Cibuntu hadir dalam beragam pilihan produk dan metode produksi, termasuk tahu sutra yang bertekstur lembut.

Beragam olahan tersebut menunjukkan bahwa tahu tidak hanya menjadi bahan pangan sehari-hari, tetapi juga bagian dari kekayaan kuliner Jawa Barat yang dapat dinikmati melalui berbagai cara pengolahan.

Teknik Penyimpanan Tahu Segar Tanpa Bahan Pengawet

Karena memiliki kadar air dan protein tinggi, tahu segar sangat rentan terhadap kontaminasi bakteri udara jika dibiarkan pada suhu ruang. Untuk menjaga kesegarannya di rumah, konsumen dapat menerapkan langkah sanitasi dasar.

Segera bilas tahu dengan air bersih mengalir setelah dibeli, lalu rendam tahu dalam wadah tertutup berisi air matang dingin sebelum dimasukkan ke lemari pendingin. Air rendaman sebaiknya diganti secara berkala setiap hari jika tahu tidak langsung dihabiskan.

Selain itu, jauhkan wadah penyimpanan tahu dari bahan makanan mentah seperti daging atau ikan segar untuk mencegah kontaminasi silang. Saat hendak dimasak, pastikan tahu diolah hingga suhu panas merata untuk memastikan tingkat keamanan pangan yang optimal bagi keluarga.

Harga Kedelai Masih Menjadi Tantangan Industri Tahu

Di tengah upaya mempertahankan pasar, perajin tahu menghadapi persoalan biaya bahan baku. Indonesia masih bergantung pada impor kedelai untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sehingga perubahan harga dan pasokan dapat memengaruhi biaya produksi.

Kedelai merupakan bahan utama dalam pembuatan tahu. Ketika harganya meningkat, perajin perlu menyesuaikan perhitungan biaya produksi dengan harga jual yang masih dapat dijangkau konsumen.

Situasi ini menjadi tantangan bagi usaha tahu, terutama ketika produk yang dijual menyasar pasar sehari-hari. Perajin harus menjaga kualitas dan jumlah produksi sekaligus mempertimbangkan kemampuan pembeli dalam menerima perubahan harga.

Bagi sentra Tahu Cibuntu, keberlanjutan usaha tidak hanya berkaitan dengan inovasi produk dan penjualan, tetapi juga ketersediaan bahan baku. Tradisi produksi yang telah berlangsung puluhan tahun perlu berjalan beriringan dengan kemampuan usaha menghadapi perubahan biaya dan kebutuhan pasar.

Baca juga: Menuju Punah! Saat AI Rangkum Segalanya, Mau Jadi Apa Blogger & Publisher?