Lensakabar.com, Bandung - Persib Bandung memperlihatkan perbedaan performa yang menarik sepanjang musim 2026/2027. Di kompetisi domestik, Maung Bandung masih menghadapi pertandingan yang ketat dan hasil yang naik turun. Namun, di AFC Champions League Two (ACL Two), Pangeran Biru justru tampil sempurna dengan tiga kemenangan beruntun tanpa kebobolan.

Perbedaan tersebut menjadi sorotan Annisa Novianti, seorang Bobotoh sekaligus pengamat sepak bola lokal yang menuangkan pandangannya melalui media sosial. Ia menilai status Persib sebagai juara bertahan di liga membuat tim menghadapi tekanan berbeda dibandingkan ketika bermain di kompetisi Asia.

“Di Asia status Persib bukan sebagai Juara bertahan, tapi underdog atau tim yang tidak diperhitungkan sama sekali. Jadi, membuat para pemain bermain lebih lepas tanpa beban meski tekanan masih ada,” tulis Annisa Novianti.

Analisis tersebut menyoroti perbedaan yang kontras mulai dari cara lawan menumpuk pemain di lini belakang, sempitnya ruang gerak, hingga beban mental menyandang status juara bertahan yang diincar semua tim.

Tekanan di Liga dan Ruang Bermain di Asia

Menurut Annisa, pertandingan domestik menghadirkan tantangan tersendiri bagi Persib. Lawan cenderung menerapkan blok pertahanan rendah dan memberikan tekanan ketat begitu pemain Maung Bandung menguasai bola.

Situasi tersebut membuat pemain seperti Thom Haye, Mariano Peralta, dan Balsa Sekulic harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan ruang. Persib perlu mengembangkan serangan dengan distribusi bola yang terukur ketika jalur menuju pertahanan lawan tertutup.

Annisa menggambarkan kontras itu dengan gaya bahasa khas suporter. Ia menilai pertandingan di Asia lebih memberikan ruang bagi adu taktik dan kemampuan individu, sedangkan di liga, duel fisik dan tekanan lawan kerap membuat permainan Persib tersendat.

Di liga, status Persib sebagai juara bertahan justru membuat tim-tim gurem punya motivasi ekstra untuk membuktikan diri. Tiga musim berturut-turut tanpa juara baru membuat setiap pertandingan melawan Maung Bandung terasa seperti panggung pembuktian bagi lawan.

Annisa Novianti menyindir fenomena tersebut dengan menggambarkan pemain lawan yang kemampuannya setara dengan Dicky Firasat mendadak berubah menjadi predator paling mematikan ketika menghadapi Persib. Begitu pula para penjaga gawang yang biasanya mudah dibobol tim lain, mendadak tampil seperti laba-laba bertangan delapan saat berhadapan dengan Pangeran Biru.

Kekalahan 0-1 dari Madura United menjadi salah satu contoh yang disorotnya, sebelum Persib bangkit dengan mengalahkan Garudayaksa FC 2-1 pada 25 Oktober 2026.

"Lihat aja Madura, kemarin menang lawan Persib udah berasa jadi juara. Nyindir-nyindir perkara King-Kingan. Padahal Persib disebut King itu diakui, bukan ngaku-ngaku" ujarnya.

Baca juga: Bantai Melbourne 2-0, King Persib Kuasai Puncak Klasemen Grup E ACL Two

Statistik Memperlihatkan Kontras Persib di Dua Kompetisi

Perbedaan performa Persib terlihat dalam catatan pertandingan musim ini. Di BRI Super League 2026/2027, Maung Bandung berada di peringkat keempat dengan 13 poin dari tujuh pertandingan.

Persib mencatat empat kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan. Mereka sudah mencetak 11 gol dan kebobolan delapan kali, sehingga memiliki selisih gol positif tiga.

Sementara itu, perjalanan Persib di Grup E ACL Two menunjukkan catatan yang lebih solid. Tim asuhan Igor Tolic memuncaki klasemen dengan sembilan poin dari tiga pertandingan, hasil dari tiga kemenangan beruntun tanpa kebobolan.

Persib mencetak empat gol dan memiliki selisih gol plus empat. Mereka menang 1-0 atas FC Seoul, menundukkan The Cong-Viettel dengan skor yang sama, lalu mengalahkan Melbourne Victory 2-0.

Perbandingan tersebut memperlihatkan perbedaan hasil yang mencolok. Dalam tujuh pertandingan liga, Persib sudah kebobolan delapan gol. Sebaliknya, dalam tiga pertandingan Asia, gawang Maung Bandung belum kemasukan satu gol pun.

Catatan ini menjadi salah satu aspek menarik dari perjalanan Persib. Di kompetisi domestik, tim masih mencari konsistensi hasil, sedangkan di Asia mereka mampu menjaga keseimbangan antara efektivitas serangan dan kekuatan pertahanan.

Kemenangan atas FC Seoul dan Melbourne Victory Jadi Bukti

Annisa turut menyoroti keberanian Persib ketika menghadapi lawan-lawan Asia. Salah satu momen yang disorotnya adalah kemenangan atas FC Seoul di kandang lawan.

Persib mampu mencetak gol pada menit kelima melalui tandukan Julio dan mempertahankan keunggulan tersebut hingga pertandingan berakhir. Bagi Annisa, hasil itu menjadi gambaran bagaimana Persib dapat memanfaatkan peluang sekaligus menjaga keunggulan ketika menghadapi tekanan.

Maung Bandung kemudian melanjutkan tren positif dengan mengalahkan The Cong-Viettel melalui gol Mariano Peralta. Kemenangan atas Melbourne Victory menjadi penutup tiga pertandingan awal Grup E dengan catatan sempurna.

Dalam pertandingan terakhir itu, Balsa Sekulic mencetak dua gol pada babak kedua untuk memastikan kemenangan 2-0. Persib tidak hanya mengamankan tiga poin, tetapi juga mempertahankan catatan nirbobol.

Hasil tersebut menempatkan Persib di posisi teratas Grup E dan membuka peluang besar untuk melangkah ke babak 16 besar. Satu kemenangan lagi akan semakin memperkuat posisi mereka dalam persaingan menuju fase gugur.

Gakuto Notsuda, Kepingan yang Dicari di Lini Tengah

Selain membahas perbedaan karakter pertandingan, Annisa menyoroti perkembangan komposisi lini tengah Persib. Ia sempat berharap Joey Pelupessy bergabung dan bermain bersama Thom Haye. Namun, kabar tersebut pada akhirnya hanya menjadi rumor.

Persib kemudian mendatangkan Gakuto Notsuda. Pada awalnya, Annisa mengaku tidak memasang ekspektasi tinggi terhadap pemain tersebut. Ia memperkirakan proses adaptasi akan membutuhkan waktu, seperti yang lazim terjadi ketika pemain baru mulai membangun koneksi dengan rekan setimnya.

Namun, pengamatan terhadap permainan Notsuda mengubah pandangannya.

“Ternyata, Gakuto ini puzzle yang hilang di lini tengah,” tulis Annisa.

Ia menilai Notsuda memiliki peran penting dalam mengatur permainan dan membantu progresi bola. Kehadirannya memberikan pilihan distribusi yang membuat Thom Haye dan Adam Alis lebih leluasa menjalankan tugas masing-masing.

Haye dapat mengatur aliran bola dan mengarahkan serangan, sementara Adam Alis memiliki ruang untuk berperan sebagai penghubung permainan sekaligus membantu menjaga keseimbangan pertahanan.

Menurut Annisa, kontribusi Adam Alis terlihat dari luasnya cakupan area permainan, kemampuannya membantu serangan, serta kesigapannya menutup ruang ketika tim kehilangan bola.

Kombinasi ketiganya menjadi bagian penting dalam membangun serangan Persib. Aliran bola yang lebih terstruktur membantu tim berpindah dari area pertahanan menuju wilayah lawan dan menciptakan peluang dengan lebih terorganisasi.

Baca juga: Persib Comeback Dramatis, Port FC Tumbang 1-3 di Kandang

Sekulic Kembali Tajam, Fitrah Menjaga Gawang Tetap Aman

Penampilan Balsa Sekulic ketika menghadapi Melbourne Victory juga mendapat perhatian Annisa. Ia menilai penyerang tersebut kembali memperlihatkan ketajamannya setelah dalam beberapa pertandingan liga dinilai belum menemukan sentuhan terbaik.

Dua gol Sekulic menjadi penentu kemenangan Persib. Efektivitas penyelesaian akhir tersebut penting dalam pertandingan yang menuntut tim memaksimalkan peluang yang tersedia.

Di sisi lain, penjaga gawang muda Fitrah Maulana juga mendapat apresiasi. Annisa menyoroti catatan dua kali nirbobol Fitrah di liga dan Asia, terutama mengingat jam terbangnya yang masih terbatas.

Ia menilai refleks Fitrah terlihat solid ketika menghadapi tekanan pada babak kedua, termasuk saat harus mengantisipasi bola-bola atas. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan pemain muda itu bersama Persib.

Catatan nirbobol di Asia juga menunjukkan kontribusi kolektif lini pertahanan. Keberhasilan menjaga gawang tetap aman bukan hanya berkaitan dengan penampilan penjaga gawang, tetapi juga organisasi permainan dan kemampuan tim mempertahankan keunggulan.

Persib Sedang Membangun Sejarah di Asia

Bagi Annisa, tiga kemenangan awal Persib di ACL Two menjadi alasan untuk optimistis menatap pertandingan berikutnya. Maung Bandung memiliki modal sembilan poin dan belum kebobolan, sementara satu kemenangan tambahan akan semakin mendekatkan mereka ke babak 16 besar.

Meski demikian, perjalanan Persib masih membutuhkan konsistensi. Catatan positif di Asia perlu dipertahankan, sedangkan persoalan yang muncul di liga menjadi pekerjaan untuk memperbaiki performa sepanjang musim.

Annisa menutup pandangannya dengan menekankan bahwa perjalanan Persib tidak selalu berjalan mulus. Ia menggambarkan perjuangan tim sebagai proses panjang yang tetap berada di jalur menuju tujuan.

“Sejarah ini sedang dibuat, perjalanannya mungkin tidak selalu lurus dan mulus. Kadang lewati jalan bergelombang penuh kerikil, tapi kita masih berada di track yang benar untuk menuju ke sana,” tulis Annisa Novianti.

Performa Persib di Asia kini memberikan optimisme baru bagi Bobotoh. Dengan lini tengah yang mulai menemukan keseimbangan, Sekulic yang kembali tajam, dan pertahanan yang belum kebobolan di ACL Two, Maung Bandung memiliki modal untuk melanjutkan perjalanan.

Tantangan berikutnya adalah laga tandang melawan Melbourne Victory pada awal November 2026. Pertandingan itu akan menjadi kesempatan bagi Persib untuk menjaga momentum sekaligus memperkuat peluang melangkah ke fase gugur ACL Two.