Persib Bungkam Melbourne 2-1, Akhiri 19 Tahun Tanpa Kemenangan di Australia
Persib cetak sejarah jadi klub Indonesia pertama yang menang di Australia usai bungkam Melbourne Victory 2-1 dan kunci tiket 16 besar ACL Two!
Lensakabar.com, Melbourne - Persib Bandung mencetak sejarah baru bagi sepak bola Indonesia setelah menaklukkan Melbourne Victory dengan skor 2-1 dalam pertandingan AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027 di AAMI Park, Australia, Rabu (4/11/2026). Kemenangan dramatis tersebut menjadikan Maung Bandung sebagai klub Indonesia pertama yang berhasil meraih kemenangan di kandang klub Australia dalam pertandingan resmi.
Pencapaian ini sekaligus mengakhiri catatan panjang kekalahan klub-klub Indonesia ketika menjalani pertandingan tandang di Australia. Persib berhasil membalikkan keadaan setelah lebih dahulu tertinggal melalui gol bunuh diri Júlio César, sebelum Luka Menalo dan Balsa Sekulic memastikan kemenangan pada penghujung pertandingan.
Hasil tersebut juga memastikan Persib lolos ke babak 16 besar ACL Two 2026/2027. Tim berjuluk Pangeran Biru itu kini memimpin klasemen sementara Grup E dengan raihan sempurna 12 poin dari empat pertandingan.
Persib Patahkan Rekor Kelam Klub Indonesia di Australia
Selama hampir dua dekade, pertandingan tandang ke Australia menjadi tantangan berat bagi klub-klub sepak bola Indonesia. Sejumlah wakil Tanah Air pernah menjalani pertandingan di Negeri Kanguru, tetapi selalu pulang dengan kekalahan.
Persik Kediri menjadi salah satu klub yang mengalami hasil tersebut ketika bertanding di Sydney pada 2007. Persik harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 0-3.
Lima tahun kemudian, Persipura Jayapura juga menelan kekalahan 0-3 saat bermain di Adelaide pada 2012. Persija Jakarta menyusul pada 2019 setelah kalah 1-3 melalui babak tambahan waktu ketika bertanding di Newcastle.
Catatan serupa dialami Bali United. Klub asal Pulau Dewata tersebut kalah 0-5 ketika bermain di Melbourne pada 2020, kemudian kembali mengalami kekalahan 3-6 saat menghadapi Central Coast pada 2023.
Rangkaian hasil minor tersebut menegaskan betapa angkernya markas klub Australia bagi wakil Tanah Air sebelum akhirnya diacak-acak oleh Persib Bandung di AAMI Park.
Sempat Tertinggal, Persib Kembali Remontada di Australia
Pertandingan melawan Melbourne Victory tidak langsung berjalan mudah bagi Persib. Kedua tim tampil cukup berimbang sepanjang babak pertama.
Persib sempat mendapatkan peluang pada menit ketujuh melalui Uilliam Barros. Penyerang tersebut menerima operan jauh dari Thom Haye, tetapi tendangannya masih melebar dari gawang Melbourne Victory.
Peluang berikutnya hadir pada menit ke-32. Berawal dari operan Barros, Balsa Sekulic melepaskan tendangan keras melengkung. Sayangnya, bola hanya membentur tiang gawang sehingga Persib belum berhasil membuka keunggulan.
Memasuki babak kedua, Melbourne Victory langsung meningkatkan tekanan. Tuan rumah akhirnya unggul setelah terjadi kesalahan dalam upaya Fitrah Maulana mengamankan bola.
Tangkapan yang tidak sempurna membuat bola kembali mengarah ke gawang dan mengenai Júlio César sebelum masuk. Melbourne Victory pun unggul 1-0.
Dalam kondisi tertinggal, Igor Tolic melakukan perubahan dengan memasukkan Mariano Peralta menggantikan Júlio César. Pergantian tersebut memberikan perubahan dalam permainan Persib.
Upaya Maung Bandung mengejar ketertinggalan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-85. Luka Menalo berhasil mencetak gol penyeimbang dan mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Persib belum berhenti. Pada menit ke-90, Balsa Sekulic mencetak gol penentu kemenangan yang membuat skor berubah menjadi 2-1.
Dua gol pada penghujung pertandingan memastikan Persib meninggalkan Australia dengan kemenangan sekaligus membawa pulang tiga poin penting.
Baca juga: Ganas di Asia tapi Sering 'Masuk Angin' di Liga, Ada Apa dengan Persib?
Persib Pastikan Tiket 16 Besar dengan 12 Poin Sempurna
Kemenangan atas Melbourne Victory membuat posisi Persib semakin kuat di Grup E ACL Two 2026/2027.
Dari empat pertandingan yang telah dijalani, Persib berhasil mengumpulkan 12 poin melalui empat kemenangan. Perolehan tersebut membuat Maung Bandung kokoh di puncak klasemen sementara.
Melbourne Victory berada di posisi kedua dengan empat poin. FC Seoul menempati peringkat ketiga dengan tiga poin, sedangkan The Cong-Viettel FC berada di dasar klasemen dengan satu poin.
Dengan keunggulan delapan poin dari Melbourne Victory, posisi Persib di dua besar sudah tidak mungkin terkejar meskipun masih menyisakan dua pertandingan.
Persib selanjutnya masih akan menghadapi FC Seoul dan The Cong-Viettel FC. Kedua pertandingan tersebut menjadi kesempatan untuk melanjutkan catatan positif di fase grup.
Namun, satu hal telah dipastikan: Maung Bandung berhasil mengamankan tempat di babak 16 besar ACL Two 2026/2027.
Kemenangan King Persib Disambut Euforia 'History Maker'
Kemenangan bersejarah di Australia langsung disambut antusias oleh Bobotoh. Respons di media sosial memperlihatkan banyak pendukung Persib memberikan apresiasi kepada para pemain setelah berhasil mengalahkan Melbourne Victory.
Sebagian Bobotoh bahkan mengaku tidak percaya dengan hasil pertandingan tersebut. Kemenangan yang diraih setelah sempat tertinggal membuat euforia semakin terasa.
Apresiasi juga datang dari kalangan suporter klub lain. Mereka memberikan ucapan selamat karena Persib berhasil mencatatkan pencapaian yang membawa nama Indonesia di kompetisi Asia.
Salah satu ucapan datang dari Garuda Mania yang menuliskan "Klub pertama yang menang di Korea Selatan, Klub pertama yang menang di Australia Congrats Persib The History Maker."
Ucapan tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi dari luar basis pendukung Persib. Kemenangan Maung Bandung mendapatkan perhatian bukan hanya dari Bobotoh, tetapi juga kalangan suporter lainnya.
Hal ini menunjukkan bahwa pencapaian klub Indonesia di kompetisi internasional dapat menjadi kebanggaan bersama, meskipun masing-masing kelompok suporter memiliki klub yang berbeda.
Saatnya Dewasa dan Tinggalkan Gengsi Rivalitas
Di tengah banyaknya ucapan selamat, tidak semua respons terhadap kemenangan Persib bernada positif.
Sayangnya, di balik pesta kemenangan ini, masih ada saja suara sumbang di media sosial. Sebagian oknum suporter tampak belum bisa memisahkan gengsi rivalitas domestik dengan kiprah klub Indonesia di panggung Asia.
Padahal, keberhasilan Persib mengalahkan Melbourne Victory merupakan pencapaian yang membawa nama Indonesia. Dalam pertandingan tersebut, Maung Bandung tidak hanya mewakili identitas klub, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan sepak bola Indonesia di kompetisi Asia.
Rivalitas antarsuporter memang tidak bisa dipisahkan dari sepak bola. Setiap kelompok memiliki kebanggaan dan loyalitas terhadap klub yang didukungnya. Namun, persaingan seharusnya tidak berubah menjadi iri dan dengki ketika klub lain meraih prestasi.
Memberikan apresiasi kepada Persib atas kemenangan di Australia bukan berarti seorang suporter harus meninggalkan identitas klubnya. Dukungan terhadap tim kesayangan tetap bisa berjalan beriringan dengan penghargaan terhadap pencapaian klub Indonesia di luar negeri.
Sikap saling menghargai menjadi bagian penting dari karakter suporter modern. Perbedaan warna dan identitas klub tidak seharusnya menghilangkan rasa bangga ketika wakil Indonesia berhasil mencatatkan sejarah.
0 Komentar