Lensakabar.com, Pangandaran - Sebanyak 10 kelompok nelayan di Kabupaten Pangandaran menerima bantuan 25 unit mesin perahu dan 363 unit alat penangkap ikan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Bantuan yang disalurkan melalui anggota Komisi IV DPR RI, Herry Dermawan, tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas penangkapan ikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Penyerahan bantuan berlangsung setelah kegiatan Sosialisasi Ikan Aman, Sehat, dan Bermutu di Gedung Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Kalangjaladri, Desa Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Kamis (15/10/2026). Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, menyampaikan apresiasi atas dukungan sarana produktif tersebut sekaligus mengingatkan penerima agar menjaga dan memanfaatkannya sesuai peruntukan.

Citra menegaskan, bantuan yang diberikan kepada kelompok nelayan harus dipelihara dengan baik dan tidak diperjualbelikan. Menurutnya, keberadaan peralatan tersebut perlu dijaga agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

"Terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Herry Dermawan, yang telah memberikan bantuan," ucap Citra.

Bantuan Nelayan Pangandaran untuk Menunjang Produktivitas

Bantuan yang bersumber dari KKP itu mencakup 25 mesin perahu dan 363 alat penangkap ikan untuk 10 kelompok nelayan yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Pangandaran, mulai dari Kecamatan Padaherang hingga Kecamatan Cimerak.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya penyediaan sarana produksi bagi masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian pada sektor perikanan. Herry Dermawan, anggota Komisi IV DPR RI, menyebut bantuan itu sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlanjutan usaha nelayan pesisir dan petani di Pangandaran.

Ia menilai sektor perikanan dan pertanian mempunyai peran penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Karena itu, ketersediaan sarana produksi yang memadai perlu didorong agar potensi kedua sektor tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Protein hewani termurah dan paling mudah dijangkau masyarakat adalah ikan. Oleh karena itu, potensi kelautan ini harus kita dorong optimalisasinya," katanya.

Herry juga menyoroti kebutuhan peremajaan mesin perahu nelayan. Menurut dia, mayoritas mesin kapal milik nelayan setempat telah berusia lebih dari 15 tahun sehingga mengalami penurunan efisiensi. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya dukungan peralatan untuk menunjang kegiatan penangkapan ikan.

Selain bantuan untuk nelayan, dalam kegiatan tersebut juga disebutkan bantuan traktor roda dua berkapasitas 6,5 HP/PK bagi 13 kelompok tani. Penyaluran sarana untuk sektor pertanian dan perikanan ini berkaitan dengan upaya mendukung produktivitas masyarakat di kedua bidang tersebut.

Baca Juga: 30 Ribu Warga Alami Krisis Air di Pangandaran, Petani Terjepit, Nelayan Panen Raya

Akuntabilitas Hibah BMN, Efisiensi Rantai Cold Chain, dan Akselerasi Angka Konsumsi Ikan

Penyaluran sarana produksi perikanan berupa mesin perahu dan alat tangkap kepada kelompok usaha bersama (KUB) nelayan merupakan bagian dari pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 165/PMK.06/2021 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemindahtanganan BMN.

Penegasan Bupati Pangandaran agar bantuan hibah tidak diperjualbelikan memiliki implikasi hukum yang serius; pengalihan atau penjualan aset hibah pemerintah tanpa prosedur penghapusan BMN yang sah dapat dikategorikan sebagai tindak pidana penyalahgunaan wewenang dan penggelapan aset negara.

Oleh karena itu, pengawasan berbasis kelembagaan dinas perikanan daerah serta pembukuan inventaris kelompok menjadi syarat mutlak dalam menjaga akuntabilitas dan keberlanjutan pemanfaatan bantuan tersebut.

Dari sudut pandang teknis agribisnis kelautan, modernisasi armatur tangkap dan integrasi fasilitas cold storage serta pabrik es di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) merupakan strategi kunci mengatasi kelangkaan pasokan saat musim panceklik maupun fenomena jatuhnya harga akibat oversupply (fluktuasi pasca-tangkap).

Penerapan sistem rantai dingin (cold chain system) menjaga kualitas fisik dan biokimia ikan agar tetap memenuhi standar Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Dengan meminimalkan tingkat kerusakan hasil tangkapan (post-harvest losses) yang selama ini mencapai 10-15 persen di tingkat nelayan tradisional, efisiensi operasional dan daya tawar harga nelayan skala kecil di pasar domestik maupun ekspor dapat meningkat secara signifikan.

Sinergi antara modernisasi alat tangkap dan sosialisasi konsumsi pangan lokal berbanding lurus dengan target nasional peningkatan Angka Konsumsi Ikan (AKI) untuk menekan angka tengkes (stunting) pada anak.

Ikan laut tangkapan lokal kaya akan asam lemak esensial Omega-3 (EPA dan DHA), protein tinggi, serta mikro-nutrisi yang esensial bagi perkembangan kognitif anak usia dini.

Mengoptimalkan rantai pasok dari dermaga pendaratan ikan langsung ke meja makan keluarga tidak hanya memperkuat ketahanan gizi masyarakat pesisir, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi daerah berbasis pemanfaatan sumber daya hayati laut yang berkelanjutan.

Bupati Pangandaran Minta Bantuan Tidak Diperjualbelikan

Di balik dukungan fasilitas tersebut, Citra menekankan pentingnya tanggung jawab kelompok penerima dalam menjaga aset bantuan. Ia secara khusus mengingatkan agar peralatan yang telah disalurkan tidak dijual atau dialihkan kepada pihak lain.

"Saya titip pesan kepada para penerima manfaat dari 10 kelompok untuk benar-benar menjaga dan memanfaatkannya dengan baik. Jangan sampai dijual, karena sering kali ada kejadian seperti itu," tegasnya.

Pesan tersebut ditujukan agar sarana yang diberikan tetap digunakan untuk menunjang aktivitas kelompok nelayan, bukan dimanfaatkan untuk kepentingan di luar tujuan bantuan. Pemeliharaan peralatan juga menjadi bagian penting agar mesin perahu dan alat penangkap ikan dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Citra berharap dukungan fasilitas produktif bagi nelayan Pangandaran dapat terus berlanjut. Ia menyampaikan bahwa bantuan semacam ini diharapkan mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

KNMP Diharapkan Perkuat Fasilitas Nelayan Pangandaran

Selain penyaluran bantuan peralatan, pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menjadi salah satu hal yang disoroti Herry. Program tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan kawasan pesisir menjadi lingkungan nelayan yang lebih modern dan mandiri.

Menurut Herry, fasilitas pendukung yang tersedia dalam kawasan KNMP meliputi tempat penyimpanan ikan berpendingin atau cold storage, pabrik es berbasis air laut, serta area docking kapal. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung kegiatan nelayan, mulai dari penanganan hasil tangkapan hingga pemeliharaan kapal.

Ia menjelaskan, keberadaan tempat penyimpanan ikan dapat dimanfaatkan ketika hasil tangkapan melimpah dan harga ikan mengalami penurunan. Nelayan dapat menyimpan hasil tangkapannya terlebih dahulu agar nilai jualnya tetap terjaga, alih-alih harus segera menjual ketika harga sedang turun.

Saat ini, Kabupaten Pangandaran baru memiliki satu titik KNMP. Herry menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan penambahan kawasan serupa serta bantuan sarana dan prasarana bagi sektor pertanian maupun perikanan di wilayah tersebut.

Sosialisasi Ikan Aman Juga Dorong Konsumsi Ikan Keluarga

Kegiatan di Kalangjaladri tersebut tidak hanya membahas dukungan sarana produksi, tetapi juga mengajak masyarakat memperhatikan konsumsi ikan yang aman, sehat, dan bermutu.

Citra secara khusus mengimbau para ibu rumah tangga agar lebih sering menyajikan olahan ikan bagi anak-anak. Ia menilai kandungan gizi ikan penting untuk mendukung kesehatan serta tumbuh kembang anak sejak dini.

"Pesan khusus buat ibu-ibu di Pangandaran, sering-seringlah memberikan olahan ikan kepada anak-anak. Potensi ikan di daerah kita sangat melimpah. Dengan rutin makan ikan, anak-anak bisa tumbuh sehat dan pintar," pungkas Citra.

Sosialisasi tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kegiatan itu dihadiri Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dan Wakil Bupati Ino Darsono. Turut hadir anggota DPRD Pangandaran dari Fraksi PAN, Kepala BPPMHKP, Kepala Stasiun PPMHKP Cirebon, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pangandaran, Manajer KNMP Kalangjaladri, serta Kepala Desa Kalangjaladri.